Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terobosan Mendikbudristek untuk Pendidikan Indonesia

Terobosan Mendikbudristek untuk Pendidikan Indonesia

Tidak akan ada habisnya untuk membahas pendidikan di Indonesia. Apalagi setelah dua tahun harus berhadapan dengan Covid, terjadi perubahan yang signifikan terhadap sistem pembelajaran yang ada di Indonesia. Meski harus dihadapkan dengan kondisi sulit, namun hal ini tidak menyurutkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang dipimpin oleh Nadiem Makarim untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi pada sistem pendidikan di Indonesia. Apa saja terobosan positif yang sudah dilakukan oleh Kemendikbudristek? Simak penjelasan berikut.

1. Kebijakan UN

Salah satu kebijakan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim yang sudah efektif diterapkan ialah tentang kebijakan Ujian Nasional di semua tingkat sekolah. Sejak tahun 2020, UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan bagi siswa sekolah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.  Kemudian, pada tahun 2021 tahun ini, UN akan diganti dengan Asesmen Nasional (AN). Nah, pada tahun ini, kelulusan siswa didasarkan pada keikutsertaan siswa pada ujian sekolah, nilai rapor tiap semester, dan nilai sikap siswa. 

2. Kurikulum Merdeka Belajar

Selanjutnya, program Kemendikbudristek yang dipopulerkan oleh Nadiem Makarim ialah program Merdeka Belajar. Tujuan dari program Merdeka Belajar adalah agar seluruh yang berada di lingkungan pendidikan Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang berkualitas. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, program Merdeka Belajar memiliki terobosan salah satunya Kurikulum Merdeka Belajar. Fokus dari Kurikulum Merdeka Belajar ialah memaksimalkan kemampuan literasi siswa, numerasi, dan penguatan karakter. Sehingga, diharapkan siswa dapat memiliki bekal yang relevan dan esensial di masa depan. Pada tahun ini, sekolah-sekolah diberikan opsi untuk memilih menerapkan diantara tiga kurikulum yakni dapat memilih Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, atau Kurikulum Merdeka.  Meski menjadi terobosan dan program yang diprakarsai oleh Kemendikbudristek, Kurikulum Merdeka Belajar bersifat opsi atau tawaran kepada pihak sekolah untuk diterapkan.

3. Beasiswa Indonesia Maju (BIM)

Program positif lainnya dari Kemendikbudristek dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan ialah dihadirkannya Beasiswa Indonesia Maju. Beasiswa ini merupakan bagian dari program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Pendaftaran BIM sudah akan mulai dibuka pada bulan-bulan ini. BIM merupakan beasiswa yang diperuntukkan untuk jenjang pendidikan S1 dan S2 yang seleksinya berdasarkan prestasi bidang tertentu. Yakni ada prestasi bidang sains, teknologi dan inovasi, seni, bahasa, literasi, vokasi, olahraga, bidang kewirausahaan, serta bidang olahraga. Terdapat dua program Beasiswa Indonesia Maju yakni untuk non-degree persiapan S1 luar negeri dan program S1 dan S2 ke luar negeri maupun di dalam negeri. Untuk beasiswa non-degree persiapan S1 luar negeri, beasiswa sudah mencakup biaya kursus bahasa, tes TOEFL, biaya tes, dan seluruh biaya persiapan dokumen. Lalu, untuk program S1 dan S2 dalam negeri maupun luar negeri akan mendapatkan pembiayaan pendidikan penuh serta mendapat biaya pendukung seperti uang transportasi, asuransi, dan biaya hidup.

4. Penghapusan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

Salah satu solusi penting yang digawangi oleh Mendikbudristek ialah dengan keluarnya Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Menjadi krisis yang tak kunjung usai di lingkungan kampus, kasus kekerasan seksual yang korbannya kebanyakan mahasiswi akhirnya mendapatkan titik terang dengan hadirnya Permendikbud ini. Nadiem mengatakan bahwa Permendikbud 30 ini akan menjadi payung hukum untuk kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi yang biasanya korbannya takut untuk melapor karena tekanan sebab power relation. Sehingga, diharapkan dengan adanya peraturan ini, krisis kekerasan seksual di lingkungan kampus dapat ditanggulangi.

5. Digitalisasi Sekolah

Terobosan selanjutnya yang sedang diproses oleh Kemendikbudristek adalah program digitalisasi sekolah. Untuk mewujudkan itu maka penyediaan sarana seperti alat-alat TIK menjadi hal penting. Untuk melakukan program hingga 2024, Nadiem Makarim telah menganggarkan Rp17,42 Triliun untuk  membeli alat-alat TIK seperti laptop, konektor, layar proyektor, speaker, hingga internet router. Selain itu, produk yang dibelanjakan ialah produk dalam negeri yang memiliki sertifikat tingkat komponen dalam negeri. Dan nantinya alat-alat tersebut akan didistribusikan ke seluruh jenjang sekolah secara bertahap. 

Itulah beberapa program terobosan Kemendikbudristek untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Semoga dengan adanya program-program ini, pendidikan di Indonesia bisa menjadi lebih baik.


Posting Komentar untuk "Terobosan Mendikbudristek untuk Pendidikan Indonesia"